7 Saran Rosululloh untuk Perbekalan Hidup Akhir Jaman

7 Saran Rosululloh untuk Perbekalan Hidup Akhir Jaman

Puji Sukur atas kebesaran Allah SWT yang sudah turunkan utusan terbaik-nya yakni nabi kita Muhammad SAW yang sudah memberi jalan dan panduan yang paling jelas ke manusia untuk jalani kehidupan di dunia ini. Rasa cinta dari pacar Allah ini demikian besar ke umatnya hingga saat sebelum kepergiannya dia masih sampaikan pesan saran dan warisan untuk umatnya terutamanya beragama islam. Pesan dan warisan seperti apakah ? Baca Penuturannya

Warisan ialah pesan atau perintah ke seorang untuk dapat dikerjakan. Namun, bagaimana jika pesan itu dikatakan oleh baginda Rosululloh ? terang, ada suatu hal makna yang ada di dalam pesan itu. Apa saja yang dikatakan Rosululloh bukan asal berbicara dan dibuat-buat. Tetapi, itu semua berbentuk wahyu dan tutunan dari Allah SWT lewat mediator Nabi Muhammad SAW. Dalam diri Rosullulloh ada suri tauladan terbaik dari semua manusia. bicaranya, perilakunya, kebjaksanaannya, dan semuanya yang ada kepadanya itu bawa kebaikan dan contoh untuk kita semua.

Waktu terus jalan, Periode juga terus ganti. Masih ingatkah kalian akan akhir jaman ? yang penghuni buminya tinggal manusia-manusia yang Rosululloh mengatakan sebagai angkatan terjelek

"Kiamat cuman bisa terjadi pada manusia yang paling buruk. Mereka tambah buruk dibanding orang usiliyah. Tiap doa yang mereka panjatkan, tentu Allah tolak doanya ".(HR. Muslim 1924 dan Ibnu Hibban 6836)

Mudah-mudahan kita tidak terhitung angkatan terjelek sama seperti yang disebut oleh Rosululloh dengan lakukan 7 hal ini. cekidot.

1. MENCINTAI ORANG MISKIN

Warisan ini berlaku umum untuk semua umat Islam. Yang diartikan dengan menyukai ialah lebih ke sikap dan tindakan kita pada beberapa orang miskin. Kita dituntut untuk berlaku tawadhu, duduk dengan mereka, membantu mereka, dan ikut bersabar bersama mereka. Membantu dan share sama mereka, adalah bukti paling riil dan kongkret dari rasa cinta kita pada orang miskin. Share dan membantu pada sama-sama sudah pasti akan datangkan Ridha-Nya dan kasih-sayang-Nya, apakah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

Info Source

Barangsiapa hilangkan kesulitan dunia dari mukmin, Allah akan hilangkan darinya satu kesulitan pada hari Kiamat. Dan barangsiapa yang mempermudah kesusahan beberapa orang yang dililit hutang, Allah akan mempermudah atasnya di di akhirat dan dunia.

Ingin dibantu Allah di hari akhir kelak? Karena itu bergiatlah untuk membantu sama-sama, khususnya membantu beberapa orang miskin, supaya selalu memperoleh bantuan dan kasih-sayang-Nya. Sama-sama hidupnya, Rasulullah SAW juga selalu menyukai beberapa orang miskin dan dekat sama mereka. Rasulullah juga selalu mengimbau dan ajak beberapa teman dekatnya supaya selalu menyukai mereka yang alami kelemahan pada sisi ekonomi.

Pada suatu kisah Ibnu Umar disebut pada sehari jika salah seorang dari golongan Muhajirin yang miskin bercerita ke Rasulullah, begitu untungnya mereka yang mempunyai kekayaan harta, karena bisa melaksanakan ibadah dan beramal semakin banyak lewat harta mereka. Dengar hal tersebut, Rasulullah juga bersabda:

"Wahai beberapa orang yang miskin, saya akan memberi berita bahagia ke kalian, jika orang mukmin yang miskin akan terlebih dulu masuk surga dibanding orang mukmin yang kaya, dengan batas waktu 1/2 hari, itu sama dengan 5 ratus tahun. Tidakkah Allah berfirman: Sebenarnya satu hari disebelah Tuhanmu ialah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu ".

Lalu, bagaimana dapat seseorang yang miskin akan terlebih dulu masuk surga? Walau sebenarnya dapat disebut orang yang mempunyai hartalah yang semakin banyak bersedekah dan beramal. Rasulullah juga menjawab, beberapa orang yang mempunyai harta akan susul beberapa orang miskin untuk masuk surga, karena mereka harus lewat proses pertanggungjawaban dan penghitungan dari harta-harta yang mereka punyai dan mereka gunakan sepanjang mereka hidup di dunia ini. Karena itu, benar-benar banyak sekali kebun amal yang sudah Allah siapkan dari muka bumi ini, satu diantaranya yakni menyayangi dan mengasihi beberapa orang miskin.

2. MELIHAT ORANG YANG ADA DIBAWAH JANGAN MELIHAT ORANG YANG DIATAS

Jauh dari sukur, itu karakter dasar dari manusia, oleh karenanya Rasulullah memerintah umat Islam untuk menyaksikan ke orang yang lebih rendah dalam soal materi dan penghidupan, supaya kita selalu mengucapkan terima kasih dan mengucapkan syukur atas segala hal yang sudah Allah beri ke kita. Seperti sabda Rasulullah:

"Lihatlah ke orang yang ada di bawahmu dan tidak boleh menyaksikan orang yang ada di atasmu, karena yang begitu lebih pantas, supaya kalian tidak menyepelekan nikmat Allah yang sudah diberi padamu" (HR. Bukhari)

Lewat hadits ini Rasulullah mengingati kita supaya tidak menyaksikan ke beberapa orang yang hidupnya ada di atas kita, beberapa orang yang hidupnya berlimpah harta dan mempunyai kekayaan yang berlimpah, karena untuk Allah, keelokan dan kepuasan betul-betul silau dan memikat untuk siapa yang lupa untuk mengucapkan terima kasih dan memiliki iman ke Allah SWT. Dengan menyaksikan ke orang yang ada di bawah kita, kita akan berasa mengucapkan terima kasih dan mengetahui banyak sekali nikmat yang sudah diberikan-Nya hingga saat ini. Nikmat dan anugerah sekecil apa saja, bila disyukuri maka berasa demikian cantik.

Tetapi, dalam soal melaksanakan ibadah malah kebalikannya, kita disarankan untuk menyaksikan ke mereka yang ada di atas kita, mereka yang beribadah dan adabnya lebih bagus dari kita. Mengapa begitu? Ini akan berikan motivasi kita dan membuat kita selalu untuk berlomba dalam soal kebaikan dan raih Ridha-Nya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: "Dan untuk yang begitu, sebaiknya orang berlomba" (QS. Al-Muthaffifin [83]: 26)

3. MENYAMBUNG SILATURAHMI

Silaturahim ialah beribadah yang mulia dan memberi banyak karunia untuk siapa saja yang melakukannya. Silaturahim sebagai fitrah dan keperluan manusia, karena manusia ialah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, dan selalu berhubungan dan bergaul dengan sama-sama manusia. Karena itu, silaturahim sebagai salah satunya beribadah yang paling disarankan dan diharuskan dalam Islam. Seperti peringatan dan ancaman-Nya dalam firman

"Karena itu, apa sekiranya bila kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dari muka bumi dan memutus hubungan kekerabatan? Mereka itu beberapa orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, dan dibutakan-Nya pandangan mereka." (QS. Muhammad [47]: 22-23)

Karena itu, di jaman kekinian yang makin mempermudah kita untuk berbicara, rasanya tidak lagi ada argumen tidak untuk menyambung silaturahim ke sama-sama saudara. Karena, menyambung tali silaturahim banyak memiliki faedah, karunia dan kebaikan dari Allah selalu tercurah ke mereka yang selalu menyambung tali silaturahim, silaturahim sebagai karena keutamaan seorang masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. Disamping itu, silaturahim sebagai pertanda ketaatan dan ibadah yang dekatkan seorang hamba ke Tuhannya, Allah SWT.

4. PERBANYAK UCAPAN "LA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH"

La haula walaa quwwata illa billah (tidak ada daya dan usaha terkecuali dari bantuan Allah), sebuah kalimat yang mengingati kita jika telah seharusnya sebagai hamba yang kurang kuat kita selalu dan yakini jika segala hal yang kita kerjakan muncul karena kehendak dan kuasa-Nya. Segala hal yang terjadi dari muka bumi ini, baik yang besar atau kecil, semua muncul karena kehendak-Nya, karena itu tidak patut kita sebagai manusia berasa congkak dan tinggi hati. Kalimat ini mengingati kita jika cuman Allah lah salah satu tempat kembali dan minta, tidak ada daya dan kemampuan yang bisa menyaingi atau menyamakan kemampuan dan kehendak-Nya.

Saat seorang hamba ucapkan kalimat La haula walaa quwwata illa billah dengan segenap hati, memiliki arti jika hamba itu sudah mengaku ketidakberdayaan dan kekurangannya di depan Allah SWT, tidak ada kesombongan sedikit juga terbesit untuk mereka yang sudah ucapkan kalimat ini dengan segenap jiwa dan hati.

5. BERANI BERKATA BENAR WALAU PAHIT

Berbicara betul, kadang memang berasa susah, terutama bila kebenaran itu ialah kebenaran yang dirasa pahit untuk dikatakan dan disampaikan. Beragam argumen juga mendasari ini, dimulai dari rasa malu, atau rasa enggan karena yang kita temui ialah orang yang mempunyai derajat atau posisi lebih tinggi. Ini, sudah pasti berlawanan dengan yang Rasulullah sabdakan:

"Jihad yang paling penting adalah menjelaskan kalimat yang haq (betul) ke penguasa yang zhalim ".

Beragam langkah bisa dilaksanakan untuk sampaikan kebenaran ke atasan, pimpinan atau penguasa yang bathil. Langkah yang sudah dilakukan secara perlahan-lahan dan baik pasti lebih "baik" dibanding dengan kekerasan dan "kengototan" kita dalam sampaikan kebenaran. Pengutaraan secara persuasif akan lebih efisien, karena Islam memberi panduan mengenai bagaimanakah cara sampaikan saran. Seperti Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang ingin memberi tahu penguasa, jangan sampai dia memperlihatkan dengan terang-terangan. Sebaiknya dia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Jika penguasa itu ingin dengar saran itu, karenanya yang terbaik. Apabila sang penguasa itu malas (tidak ingin menerima), karena itu benar-benar dia sudah jalankan kewajiban amanah yang ditanggung padanya ".

6. TIDAK TAKUT CELAAN KETIKA BERDAKWAH

Beragam masalah dan siksaan yang menerpa Rasulullah saat berdakwah pasti tidak disangsikan kembali kebenarannya. Masalah dan siksaan yang demikian perih dan pedih dirasakan oleh Rasulullah dan beberapa teman dekat-Nya dalam sampaikan tuntunan-ajaran Islam, tetapi hal tersebut cukup banyak juga membuat mereka gentar dan takut, karena mereka yakin dengan janji Allah yang demikian cantik dan manis.

Ceramah, sejak dari dahulu, memanglah bukan hal yang gampang dan pasti alami banyak masalah dan kendala. Kendala, halangan, dan perlawanan pasti tiba pada mereka yang tidak menyenangi menyaksikan Islam berjaya. Kendala dan halangan yang berat ini bukanlah mustahil akan menurunkan cara kita dalam berdakwah, tetapi Rasulullah mengajari ke kita untuk selalu berlaku berani dan tidak mudah menyerah dalam sampaikan kebaikan (QS. Al-Ahzaab [33]: 39).

Allah demikian menyukai siapa saja yang mengungkapkan kebenaran dari tuntunan-Nya, sama seperti yang Allah berikan dalam surat Al-Maidah [5]: 54. Agunan memperoleh surga juga sudah dijanjikan-Nya untuk siapa saja yang berdakwah di jalan-Nya. Ceramah memang tidak gampang, karena itu ceramah harus dilaksanakan semata-mata untuk memperoleh Ridha-Nya supaya kita tidak secara mudah stop dan keluar barisan ceramah yang demikian mulia ini.

7. TIDAK MEMINTA MINTA

Minta-minta ialah tindakan yang serupa sekali tidak menggambarkan sikap dan jiwa dari muslim yang baik. Minta-minta ialah haram hukumnya dalam Islam, karena Islam mengajari tiap umatnya untuk selalu usaha dan berusaha untuk memperoleh apa yang diharapkan. Hidup memang tidak gampang dan memerlukan perjuangan yang besar agar bisa masih tetap bertahan, oleh karenanya Islam mengharamkan ini dan mendidik tiap umatnya agar jadi manusia yang kuat dan tidak bermental "peminta-minta ".

Minta-minta dibolehkan bila untuk kepentingan yang terkait dengan kepentingan dan kebutuhan umum umat Islam, sebagaimana untuk pembangunan fasilitas peribadatan, pengajaran dana untuk fakir-miskin dan anak-anak yatim. Tetapi, semua hal itu juga harus dilaksanakan sesuai prosedural yang berjalan, tidak bisa dilaksanakan secara tanpa ketentuan dan asal-asalan.

Psikis seorang muslim ialah psikis seorang muslim yang kuat dan tidak gampang berserah dan ikhlas berusaha keras untuk memperoleh dan capai mimpinya, tidak dari minta-minta dan sekadar berpangku tangan.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !