10+ Langkah Positif supaya Dapat Menyenangkan Orang Tua

10+ Langkah Positif supaya Dapat Menyenangkan Orang Tua

Salah satunya arah hidup ini ialah menyenangkan ke-2 orangtua. Mereka yang sudah mendidik kita sejak dalam kandungan sampai jadi figur saat ini. Orangtua tak pernah mengenal capek memenuhi keperluan kita, bekerja siang dan malam tanpa kedengar rasa mengeluhkan yang keluar mulutnya.

Kita bisa saja menyaksikan ke-2 orangtua tersenyum berbahagia, tetapi kita tidak dapat menyaksikannya rasakan kecapekan, kemungkinan kita tidak perduli atau mungkin tidak pernah menyaksikannya. Yang cuman kita mengetahui seluruh keperluan kita harus tercukupi, apa saja itu. Walau begitu, apa kita pernah dengar keluh kesahnya ?. Jujur saja, menyaksikan kita sebagai anaknya berasa berbahagia telah lebih dari cukup menyembuhkan kecapekan orangtua.

Dan sekarang kita sudah tumbuh dewasa, beberapa antara kita kemungkinan telah memperoleh keberhasilan. Tetapi kita jangan sampai lupa , makin kita dewasa, itu maknanya ada yang makin tua , ya, ibu dan ayah kita makin renta. Jangan sampai lupakan beberapa jasa orangtua. Tidak perduli berapa sukses Anda sekarang ini, Kalau tidak ada peranan dari orangtua, peluang Anda tidak pernah dapat capai titik seperti sekarang ini.

Ada kata-kata mutiara menjelaskan, Seorang anak tidak pernah dapat membalasnya budi ke orangtua. Kata-kata ini bermakna yang dalam jika kita sebagai anak tidak pernah sanggup membalasnya kebaikan ke-2 orangtua kita, walaupun berapa banyak materil atau harta benda kamu sekarang ini, hal ini bukanlah agunan apa kamu dapat menyenangkan ke-2 orangtua.

Lalu bagaimana langkah untuk bikin orangtua kita berbahagia ?. Terkadang seseuatu yang simpel itu bermakna, misalkan ucapkan meminta maaf dan terima kasih ke orangtua. Nach untuk lebbih selengkapnya, baca 10+ Langkah Positif supaya Dapat Menyenangkan Orang Tua di bawah ini.

1. Teratur Menelepon

Untuk kamu yang kebenaran tinggal di kota yang lain sama orangtua, atau persisnya sedang mengelana karena tugas atau sekolah. Hal yang perlu kita kerjakan ialah kerap menelepon orangtua kita. Yakin atau mungkin tidak, rasa kuatir dan cemas orangtua ke anaknya tetap ada meskipun kamu telah bergerak dewasa.

Tidak boleh menelepon karena ada penginnya saja, cukup meneleponnya dengan teratur dengan bertanya berita, atau bertanya mereka kembali ngapain. Kita harus memberitahu keadaan kita sekarang ini supaya ke-2 orangtua berasa tenang, berbahagia dan tidak menghawatirkan anaknya. Sesibuk apa saja kita sekarang ini, luangkan waktu 5 menit untuk memberi berita ke orangtua. Bila tidak mungkin untuk menelepon, cukup menyampaikan pesan.

2. Menghargai Semua Pemberian

Pernahkan kamu memperoleh pemberian atau hadiah dari orangtua tetapi tidak kamu gemari.? Ini sering kali kita temui di mana pemberian tidak sesuai keinginan. Lantas kenapa sebetulnya orangtua menghadiahkan ?. Argumen yang paling rasional ialah pemberian itu pertanda perhatian dan rasa perduli.

Jadi menghargailah suatu hal pemberian dari orangtua. Bisa saja mereka menyengaja berusaha keras siang dan malam cuman untuk memberi suatu hal itu ke kamu, karena hanya argumen ingin membuat anaknya suka.

Dapat kamu pikirkan hati orangtua kalau kamu tidak menghargakan pemberian itu, coba statuskan dirimu saat pemberian kamu sendiri tidak dipandang seseorang, kamu susah-payah memperolehnya, eh cocok diberi ia justru tidak sukai bahkan juga tidak ingin terima hadiah itu. Pasti bersedih kan.

Langkah menghargakan pemberian itu ialah dengan beri pujian apa yang diberi, lalu menjaga pemberian itu secara baik. Walaupun kurang sukai, upayakan masih tetap memakai pemberian itu. Apalagi belum pasti barang yang tidak kita gemari itu tidak berguna untuk kita.

3. Belikan Makanan Kegemaran

Saat pulang kerja atau kuliah, kamu bisa kadang-kadang membelikan makanan yang orangtua kamu gemari. Langkah ini kemungkinan ialah langkah yang cukup baik membuat orangtua berbahagia. apa lagi kalau makanan itu dikonsumsi bersama dengan bagian keluarga yang lain.

Makanan itu bisa cairkan situasi, dan makanan bisa mengakrabkan semuanya orang. Tidak perlu makanan yang eksklusif dan mahal, cukup makanan yang simpel tetapi kamu ketahui makanan itu ialah makanan favorite ibu dan ayah.

4. Memberi Surprise

Semuanya orang menyenangi surprise, terhitung ayah dan ibu juga. Dan surprise itu benar-benar luas, maknanya banyak yang dapat dilaksanakan untuk memberi orangtua kita surprise. Misalkan surprise saat mereka berulang-ulang tahun dengan memberi hadiah atau kue ulang tahun.

Walaupun kejutannya kelihatan sederhana, tetapi kamu tidak pernah mengetahui besarnya rasa berbahagia orangtua saat memperoleh surprise dari anaknya sendiri. Orangtua pasti berpikiran jika anaknya mempunyai kepedulian yang tinggi padanya.

5. Sempatkan Waktu untuk share Narasi Berbahagia

Langkah seterusnya agar kita dapat menyenangkan ke-2 orangtua ialah share narasi kebahagiaan padanya. Tidak boleh terus-terusan sharing mengenai keluh kesah, permasalahan, beratnya ujian hidup atau beberapa cerita bersedih yang lain, karena orangtua juga memiliki hak dengan narasi berbahagia dari anaknya sendiri.

Terkadang dibalik hati orangtua yang dengarkan keluhan kita, ada segumpal keinginan untuk dengarkan beberapa hal berbahagia yang terjadi pada kita. Oleh karena itu, terbukalah ke orangtua mengenai kebahagiaan yang kita alami. Tidak boleh selalu rayakan kebahagiaan sama kekasih atau teman dekat. Tetapi utamakan orangtua dan keluarga kita.

Yakin dech, kalau kamu share narasi berbahagia ke orangtua, tidak cuma kamu yang berasa berbahagia, tetapi kebahagiaan akan makin besar saat menyaksikan orangtua dapat tersenyum berbahagia karena kita.

6. Beri Prestasi

Salah satunya arah orangtua menyekolahkan kita tinggi-tinggi ialah supaya kita dapat pintar, pandai, dan berpengetahuan yang luas. Orangtua berusaha susah payah loh cari uang untuk memenuhi bahkan juga melebihkan keperluan pengajaran kita.

Nach pekerjaan kita ialah belajar dengan benar-benar, apabila dapat, bayarlah jerih payah orangtua dengan memberi sebuah prestasi supaya mereka senang sama anaknya. Orangtua tidak menginginkan apa saja dari kita, mereka hanya cuman dapat tersenyum menyaksikan anak-anaknya berprestasi.

Dapat kamu pikirkan hati mereka berdua saat nama kamu disongsong tepok tangan dari beberapa orang. Ya kalau kiranya saat ini tidak dapat berprestasi, minimal tidak boleh membuat malu orangtua dengan beberapa tindakan kita.

7. Patuh dan Taat

Langkah seterusnya supaya bisa menyenangkan orangtua dengan jadi anak yang selalu patuh dan taat. Tujuannya seperti apakah ?. Tujuannya dengan mentaati perintah dan ketentuannya, dan taat pada larangan-larangannya. Ingat ya, namanya orangtua tentu ingin yang terbaik untuk anaknya. Nyaris tidak diketemukan kembali orangtua yang malah menjerumuskan anaknya ke beberapa hal negatif.

Memang pada jaman sekarang ini, umumnya dari kita kerap menantang orangtua karena alasan-alasan yang tidak logis. Kerap mengucapkan ah, atau kerap menampik suruhan orangtua walaupun bersuara remeh, seperti cuman memerintah kita mengusung jemuran. Nach perihal ini pula yang tanpa kita ketahui sudah sakiti hati orangtua

Untuk menghindar ini, teraturlah berlaku kurang kuat halus ke mereka berdua, terkadang hati orangtua itu lebih peka daripada hati seseorang. Dengan selalu patuh dan taat dengan orangtua, akan membuat mereka berdua akan berbahagia.

8. Menolong memudahkan Beban Orang Tua

Secara umum, orangtua akan usaha penuhi seluruh keperluan kita sebagai anaknya. Bahkan juga untuk merealisasikan keperluan keluarga, orangtua ikhlas menepikan kemauan individu mereka.

Kita sebagai anak, semestinya mempunyai karakter pemahaman jika orangtua juga ialah manusia biasa. Mereka tentu berasa lelah dan capek karena tugas kantor ditambahkan tugas rumah yang belum usai. Nach disini pekerjaan kita sekedar untuk mengurangi beban tugas ke-2 orangtua dengan bersihkan rumah saat sebelum mereka pulang bekerja.

Tidak itu saja, mengurangi beban orangtua juga bisa kita kerjakan dengan tidak menambahkan beban pemikiran karena beberapa tindakan kita. Misalkan kamu nakal di sekolah, atau minta keinginan (hadiah) yang susah disanggupi orangtua.

9. Rajin Melaksanakan ibadah

Langkah seterusnya supaya bisa menyenangkan orangtua ialah rajin melaksanakan ibadah. Orangtua mana sich yang tidak berbahagia menyaksikan anaknya rajin melaksanakan ibadah. Bila kamu beragama islam, rajin shalat dan mengaji. Ingat ya, ibadah pahala yang tidak terputus bila seorang wafat satu diantaranya ialah anak yang shaleh dan shaleha.

Rajin melaksanakan ibadah tidak selalu harus dihubungkan dengan rajin shalat dan mengaji. Tetapi puasa, menolong sama-sama, sabar, dan menjauhi dari larangan-larangan Tuhan yang Maha Esa terhitung melaksanakan ibadah juga.

10. Berdoa untuk Orang Tua

Kamu coba ingat2 kembali kapan paling akhir kamu berdoa untuk orangtua ?. Jujur saja, semuanya orang tua tentu selalu doakan anaknya setiap shalatnya. hanya kitanya saja yang tidak ketahuinya. Yang kita mengetahui hanya minta doa orangtua tanpa pernah membalasnya doa itu.

Kita percaya jika tiap dari kita selalu berdoa supaya orangtua sehat selalu, panjang usia, atau dilimpahkan rejekinya, meskipun kita berdoanya secara sembunyi-sembunyi. Memang dalam masalah ini tidak segera membuat orangtua kita berbahagia, karena beliau tidak paham. Tetapi yakinlah, Tuhan itu maha menyaksikan, diamkan Tuhan yang hendak menyenangkan ke-2 orangtua kita.

11. Katakan Maaf dan Terima Kasih

Langkah paling akhir agar dapat menyenangkan ke-2 orangtua ialah ucapkan permiantaan maaf dan terima kasih. Sama dengan point ke 10 di mana umumnya dari kita cukup jarang-jarang melakukan ke orangtua. Coba ingat kembali, kapan paling akhir kamu mohon maaf ke orangtua ?. Tidak boleh ngomong akhir kali meminta maaf saat lebaran Idul Fitri atau Idul Adha tempo hari.

Tidak perlu gengsi mengucapkan meminta maaf dan terima kasih sama orangtua. Bawalah mereka ke arah tempat yang nyaman lalu ucapkanlah.

Bu, yah, saya ingin meminta maaf bila sejauh ini saya kerap menyebalkan dan merepotkan ibu dan ayah, maaf bila sejauh ini saya tidak dapat membuat ibu dan ayah berbahagia. Dan saya ingin mengucapkan terima kasih telah mendidik saya dari kecil sampai jadi dewasa. Tanpa kalian, saya bukan apapun.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !