50 Kata Kata Angin yang Terhembus dengan Kuat

50 Kata Kata Angin yang Terhembus dengan Kuat

Angin adalah wujud energi yang ada di alam. Angin ialah saluran udara dengan jumlah yang besar yang dibuat oleh perputaran bumi dan karena ada ketidaksamaan penekanan udara disekelilingnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah . Maka makin tinggi udara karena itu makin besar penekanan anginnya.

Dalam kehidupan ini kadang angin memberi kita banyak pelajaran kehidupan, kehadirannya yang terkadang tidak diacuhkan, tetapi tidak ada henti menyejukan. Angin mengajari kita jika yang tidak kelihatan belum pasti tidak ada.

Disamping itu, pelajaran hidup seterusnya mengenai angin ialah saat angin terhembus dengan kuat. Untuk beberapa orang, angin ribut sebagai suatu hal yang mengusik sebab bisa jatuhkan dan lain-lain. Dalam masalah ini angin yang kuat dapat dimisalkan dengan permasalahan dan masalah kehidupan.

Seperti sajak yang menjelaskan Makin tinggi pohon makin deras angin yang menimpanya. Itu sebagai hukum alam yang tidak dapat kita hindari. Masalah yang sekarang ini kita alami bisa saja sebagai cara Semesta untuk memperkuat akar dasar kehidupan kita jadi makin kuat.

Kata Kata Angin trialplus2url yang Terhembus Kuat

Ditengah-tengah angin senja yang menekan, saya rasakan kekuasaan waktu, yang tanpa pandang bulu-bulu mengganti segalanya.

Angin saat fajar mempunyai rahasia untuk memberitahukan Anda. Tidak boleh kembali tidur.

Cinta itu ibarat angin. Kau tidak dapat menyaksikannya, tetapi kau dapat merasainya.

Bahkan juga angin yang terhembus juga tahu ke siapa kangen ini tertuju.

Saya iri pada angin yang sanggup merengkuhmu setiap saat.

Terpaan angin bawa sebuah masa lalu dalam harapan.

Kangen kita seperti angin. Sanggup tembus batasan rasa tetapi tidak sanggup dipegang.

Bila angin dapat isi sunyi. Lantas kenapa kau tidak sanggup isi hati yang sendiri..

Membuai angan, menepiskan angin.

Kejujuran tidak dapat digabung dengan berita angin.

Jadilah angin yang tidak berpihak api dan air.

Jangan sampai katakan rahasiamu ke angin. karena dia akan memberitahu rahasiamu ke beberapa pohon.

Orang yang terbang tinggi dengan embusan angin kadang akan lupa bagaimana dataran menerbangkannya.

Jika kehidupan ini selalu berbeda dan berputar-putar. Angin menegur saat di atas, kerikil menyongsong saat di bawah.

Angin memperlihatkan ke kita berapa dekat kita dengan pinggir.

Ada kalanya dalam hidupmu kamu ingin sendiri saja bersama angin, bercerita semua rahasia, lalu teteskan air mata.

Angin tidak perlu banyak berbicara untuk membikin kita rasakan sejuknya.

Bila kamu memandang ia cuman angin lalu dan tidak demikian penting, tidak boleh menyesal bila perhatiannya tidak lagi untukmu.

Angin yang serupa tidak terhembus 2x.

Siapakah yang menabur angin, ia yang memetik badai.

Jika takut gelombang ombak, tidak boleh tinggal di pinggir pantai. Jika takut ditiup angin, tidak boleh nyaman di tempat yang tinggi.

Arah sebuah pohon ditetapkan oleh angin. Arah seorang manusia ditetapkan oleh hati.

Tidak boleh takut pada rintangan. Lihatlah, layang-layang terbang tinggi dengan menantang angin, tidak dengan ikuti arah angin.

Kita tidak dapat mengganti arah angin. Tetapi kita dapat mengganti arah monitor!

Tirulah pohon beringin, yang makin kuat angin menimpa, makin kuat juga dia menanamkan akar-akarnya.

Makin tinggi pohon, makin kuat angin yang menimpanya.

Bila akar kuat jadi tidak ada argumen untuk takut pada hempasan angin.

Kamu cuman ikuti angin tanpa arah, sudah mengetahui ada badai, kamu paksa untuk melaut.

Tidak boleh jadi pohon kaku yang gampang patah. Jadilah bambu yang sanggup bertahan meliuk menantang hempasan angin.

Saya bukan angin malam. Bukan senja yang tenggelam. Bukan lilin yang kau padam. Saya hanya dingin yang diam.

Angin membisikkan rahasia dalam bahasanya sendiri yang tidak dapat dimengerti.

Masa lalu merengkuh waktu dengan sepasang lengannya yang panjang. Kita, angin yang terjepit antara tegur sapa dan pamit.

Kita ialah sepasang sayap yang usaha terbang tinggi. Menaklukkan angin-angin yang bisa jadi jatuhkan apa yang ingin kita mencari.

Kamu seperti angin yang sapu bersih masa lalu kita, tinggalkan kerusuhan dalam lubuk yang ada.

Daun yang jatuh tak pernah mempersalahkan angin. Ia biarkan dianya jatuh demikian saja, tidak menantang, merelakan semua.

Tidak boleh salahkan daun yang tidak setia pada ranting, salahkanlah angin yang terhembus meniupnya dan membawa pergi.

Sebesar apa saja cinta daun pada ranting, angin masih tetap memaksakan daun untuk merengkuh bumi.

Ia yang ingin pergi darimu tetap pergi sekeras apa saja kamu mempertahankannya. Ia yang ingin bersamamu tetap tinggal, sekuat apa saja angin menyingkirkannya. Karena, sekuat apa saja kamu memperjuangkannya, bila cuman berusaha sendiri, masih tetap tidak akan sukses.

Saat angin peralihan bertiup. Beberapa orang membuat tembok pemisah. Beberapa kembali membuat kincir angin.

Angin tidak terhembus untuk menggoyahkan pohon-pohonan tetapi mengetes kemampuan akarnya.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !