6 Kopi Asli Indonesia yang Harus Dicoba Beberapa Pecinta Kopi

6 Kopi Asli Indonesia yang Harus Dicoba Beberapa Pecinta Kopi

Kopi, untuk beberapa orang menjadi sisi hidup yang tidak dapat dipisah. Dimulai dari kopi bubuk sampai kopi instant, masing-masing mempunyai penikmatnya sendiri. tidaklah aneh, bila sekarang ini tumbuh subur warung kopi modern yang tawarkan rasa yang makin bermacam. Produk kopi Indonesia adalah yang paling disukai, baik dari luar atau dalam negeri. Di Indonesia, biji kopi diproses dan diperkembangkan di beberapa wilayah. Kreativitas dan langkah hidup warga Indonesia yang berbeda ini yang melahirkan beragam tipe minuman kopi ciri khas Indonesia.

Beragam literatur menulis tanaman kopi datang dari Abyssinia, Afrika, yang sekarang ini meliputi daerah negara Etiopia dan Eritrea. Tetapi, sedikit dijumpai bagaimana beberapa orang Abyssinia manfaatkan tanaman ini. Kopi sebagai minuman pertama kalinya ditenarkan oleh beberapa orang Arab. Biji kopi dari Abyssinia dibawa oleh beberapa pedagang Arab ke Yaman dan memulai jadi komoditas komersil.

Masuk era ke-17, beberapa orang Eropa mulai meningkatkan perkebunan kopi sendiri. Mereka memikulgkannya di Eropa. Tetapi, cuaca di situ tidak pas untuk tanaman kopi. Selanjutnya mereka coba membudidayakan tanaman itu di wilayah jajahannya yang menyebar di beberapa seluruh dunia. Satu diantaranya, Indonesia.

Indonesia sebagai salah satunya negara pemroduksi kopi terbaik di dunia. Ada beberapa tipe kopi lokal di Indonesia yang dicintai oleh khalayak luas. Beberapa macam kopi lokal Indonesia ini bahkan juga sampai di-export ke sejumlah negara.

Untuk pecinta kopi, semua tipe kopi lokal ini harus dicoba. Semua tipe kopi lokal asal dari Indonesia ini termasuk gampang untuk didapat. Beberapa jenis kopi nusantara ada bermacam, semua mempunyai watak yang lain dan unik. Apa tipe kopi lokal Indonesia yang perlu dicoba? Berikut daftarnya.

1. Kopi resultpcso Gayo

Watak rasa kopi gayo ialah bodi dan wewangian yang kuat. Tingkat keasamannya rendah dengan sedikit rasa rempah. Rasa kopi gayo yang kuat tapi tidak pahit membuat benar-benar disukai, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa. Watak yang bersih membuat laris sebagai kombinasi house blend.

Watak rasa kopi aceh gayo sebenarnya serupa dengan kopi Sumatera secara umum, perbedaannya ialah aftertaste yang bersih (clean). Karena watak rasa bijinya, kopi ini kerap jadi kombinasi untuk houseblend di cafe-cafe.

Perkebunan di Gayo, Aceh tengah rerata ada di ketinggian 1.000 sampai 1.200 mdpl. Lokasinya ada di sekitaran kota Takengon dan dekat sama Danau Tawar. Sebagian besar suku yang tinggal di wilayah ini ialah beberapa orang Gayo. Perkebunan di wilayah ini diatur oleh perseorangan dan budidaya tanamannya dilaksanakan pada tempat teduh (shade grown coffee). Biji yang dibuat ialah biji tipe arabika yang pas ditanamkan di sini.

2. Kopi Arabika Kintamani

Pulau Bali bukan hanya populer dengan rekreasi pantainya yang demikian cantik. Saat bertandang ke pulau Bali, Anda pun berpeluang untuk nikmati kopi yang populer kesedapannya. Namanya, kopi kintamani dari Bali. Kopi ini bahkan juga sudah populer bukan hanya di kelompok pecinta kopi Indonesia, tapi juga sudah go-international.

Kopi kintamani dari Bali sebetulnya tidak mempunyai ketidaksamaan dibanding dengan tipe kopi lain. Bahkan juga, kopi kintamani sebetulnya sebagai tipe kopi arabika. Saat mencicip minuman mengandung kafein ini, Anda akan mendapati rasa jeruk yang demikian unik.

Rasa ini bukan tambahan yang sudah dilakukan dengan membubuhkan zat kimia, tetapi terjadi secara alami. Rasa itu ada karena mekanisme penanaman kopi kintamani yang ditaruh berdekatan dengan jeruk. Apa lagi, perlu Anda kenali, Kintamani dikenali sebagai wilayah pemroduksi jeruk di Bali.

3. Kopi Wamena

Kekayaan berlimpah di tanah Papua menjadi rahasia di Indonesia. Dimulai dari barang tambang, hasil laut, keelokan pemandangan, sampai perkebunan yang hasilkan biji kopi yang nikmat. Ada dua teritori pemroduksi kopi paling besar di Papua, yakni di Nabire dan Wamena.

Rasa kopi papua wamena benar-benar unik, dimulai dari wewangian cokelat dan floral, asam yang, sampai bodi yang media. Banyak opini di kelompok pencinta kopi jika wewangian floral yang jarang-jarang dijumpai ini disebabkan karena ketinggian tanah dan langkah penanaman tanpa memakai pestisida.

4. Kopi Flores

Watak kopi flores bajawa yang unik ialah kombinasi wewangian nutty dan tembakaunya. Bodinya tebal dengan tingkat keasaman yang imbang membuat kepuasan tertentu. Kekhasan cita-rasa ini dikuasai oleh langkah budidaya yang organik dan ditanamkan di tanah yang memiliki kandungan abu gunung berapi.

5. Kopi Jawa

Sesuai namanya, kopi jawa ini adalah kopi ciri khas asli dari Pulau jawa. Tipe kopi yang ini tumbuh subur di Pulau Jawa. Kopi jawa ini memiliki cita-rasa kopi yang unik. Produksi kopi Jawa dari tipe Kopi arabika yang populer di dunia sudah membuat beberapa pebisnis Jawa sukses berdagang kopi. Harga kopi arabika yang banyak dibuat di Jawa tambah mahal dibanding kopi robusta.

Beberapa ciri kopi Jawa hampir serupa dengan kopi Arabica, yakni mempunyai ukuran biji yang lebih kecil dibanding kopi Robusta. Kandungan kafeinnya rendah, dan rasa dan wewangian yang nikmat. Kopi Jawa memiliki karakter beraroma tipis rempah dengan kekentalan dan keasaman media dan rasa yang imbang.

Dengan sistem giling basah, jadikan cita-rasa kopi Jawa tidak sekeras kopi dari Sulawesi atau Sumatera. Walau demikian pecinta kopi Jawa ada banyak karena wewangian rempah dan herbal yang tidak seluruhnya dipunyai kopi nusantara.

6. Kopi Sidikalang

Kopi Sidikalang telah populer akan cita-rasanya yang oke, bahkan juga tidak cuma dalam negeri tapi sampai ke luar negeri. Salah satunya kompetitor kepuasan kopi Sidikalang ialah kopi Brazil, yakni salah satunya kopi terbaik di dunia. Sidikalang ialah ibukota Kabupaten Dairi, berada di wilayah pegunungan yang sejuk.

Kopi Sidikalang dari dulu populer karena kualitas yang tinggi, seiring berjalannya waktu sekarang ini wewangian ciri khas kopi itu tak lagi wangi seperti dahulu. Jumlah petani kopi dari tahun ke tahun turun karena perubahan dari petani kopi jadi petani holtikultura, disamping itu banyak petani yang berpindah menanam jeruk.

Indonesia terhitung salah satunya negara pemroduksi kopi yang paling besar di dunia. Bahkan juga berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perkebunan, semenjak tahun 1996 sampai 2017 export kopi Indonesia capai lebih dari 300.000 ton /tahun.

Tipe minuman kopi Indonesia yang paling bermacam mempunyai kekhasan cita-rasa, watak, dan penyuguhan. Susah tentukan yang mana terenak karena hidangan berkembang ikuti hasrat warga lokal.

Sekarang bukan hanya sebagai komoditas, minuman pahit ini benar-benar rekat dengan budaya dan warga Indonesia, bahkan juga jadi daya magnet rekreasi. Karenanya, sebaiknya kearifan lokal semacam ini dilestarikan supaya tidak lenyap.

Kopi yang mana jadi opsi Anda? Apa saja opsinya, yakinkan Anda tidak minum kebanyakan kopi, ya.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !