7 Argumen Mengapa Kawah Ijen Dicari Beberapa Pelancong

7 Argumen Mengapa Kawah Ijen Dicari Beberapa Pelancong

Kawah Ijen masih jadi tempat favorite yang harus didatangi beberapa Pelancong. Berada di ujung timur Pulau Jawa, persisnya di tepian di antara Banyuwangi dan Bondowoso, kawah yang ada di ketinggian 2.443 mdpl ini unik dan tidak diketemukan di gunung yang lain. Bahkan juga karena sangat istimewanya, beberapa Pelancong membuat slogan Perjalanan tidak terlewatkan sepanjang umur jika kamu telah memijakkan kaki di Kawah Ijen untuk pertamanya kali.

Meskipun begitu, Ijen yang sering dikatakan sebagai surganya beberapa pelancong. rupanya jalur pendakian ke arah kawah itu tidak gampang. Untuk kamu yang dari luar kota harus lewat proses yang lumayan panjang. Ada dua jalur jalan yang dapat kamu lewati, yakni dari Banyuwangi dan Situbondo.

Jika kamu pilih perjalanan dengan memakai pesawat, karena itu arah penerbangannya dapat pilih Banyuwangi, Malang, dan Surabaya. Kemudian, kamu dapat meneruskan dengan memakai kendaraan umum. Jika sudah tiba di lokasi, kamu dapat sewa kendaraan jeep ganda garden atau kendaraan beroda 2 untuk ke arah kawah.

Tetapi, bila perjalanan yang kamu tentukan lewat lajur darat, ada sekitaran waktu 30 menit untuk sampai pada tempat arah. Awalnya kamu akan melalui dusun Paltuding. Jalanannya naik ataupun lebih dikenali dengan panggilan tanjakan erek-erek.

Sebuah tanjakan yang membuat tikungan huruf S sekalian kerap hancur karena terguyur air hujan. Sesampai di Paltuding, kamu perlu melalui setapak dan tebing kaldera sepanjang 3 km. Kemudian, keelokan kawah ijen sudah ada di muka mata.

Nach, kamu ingin tahu dengan keelokan panorama di kawah ijen yang lain? baca pembahasan ini. Ada 7 panorama bagus yang tidak bisa kamu lupakan sepanjang umur, lho!

1. Memburu Blue Fire gsites7jandua yang cuman Berada di Gunung Ijen

Tidak kecuali beberapa pelancong lokal atau wisatawan internasional, beberapa peniliti dan pakar geologi tidak ingin ketinggal nikmati daya tarik api biru yang langka. Api biru yang digadangkan cuman ada dua di dunia, yakni di kawah ijen dan Islandia.

Tidaklah aneh bila mereka ikhlas mendaki dengan track pendakian tidak gampang untuk menyaksikan semburan api biru yang berada di kawah Ijen. Apa lagi pada malam hari blue fire ini sangat elok. Sinar birunya yang jelas seperti saluran lava. Tetapi tahukah kamu, bila sinar biru yang diartikan itu tercipta dari gas hasil reaksi pembakaran senyawa belerang?

Kabarnya, kawah ijen bak surga ini dahulunya hasil letusan dari gunung ijen tahun 1999. Letusan itu keluarkan senyawa belerang. Dan senyawa belerang itu alami pembakaran senyawa kimia hingga dapat munculkan warna biru.

Sayang, kecantikan blue fire ini cuman dapat kamu cicipi saat langit gelap, yakni start pukul 6 sore sampai jam 4 pagi. Itu mengapa beberapa pelancong dianjurkan untuk mendaki pada pukul itu.

2. Danau Terasam Di Dunia

Tahukah kamu, bila danau warna tosca yang ada di pucuk gunung ijen yang jadi incaran beberapa pelancong karena panoramanya instagramable sekali ini, rupanya mempunyai kedalaman danau 200 mtr..

Luas kawah capai 5.446 Hektar dan sebagai danau air asam kuat paling besar di dunia. Sementara peralihan warna pada danau itu muncul karena dinamika proses fisika dan kimia dalam kurun waktu bertepatan.

3. Nikmati Keelokan Milky Way

Milky Way atau kerap disebutkan dengan istilah Bima Sakti yang di inspirasi dari salah satunya nama figur pewayangan, yakni Bima, sebagai peristiwa alam sangat jarang yang jarang-jarang dijumpai di dunia.

Keelokan gugusan bintang bersatu dengan debu dan gas, selanjutnya membuat skema yang cantik seperti elips, di mana ada black hole sebagai titik pusatnya. Dan umumnya peristiwa alam ini akan kelihatan terang saat cuaca sedang ceria.

Tetapi, kamu harus ketahui bila keelokan Milk Way ini tidak dapat dicicipi kapan pun. Karena, peristiwa alam ini tidak dapat diprediksikan kapan tiba.

Walau kamu telah melebihi perjalanan lumayan panjang dan naik, belum pasti dapat melihati Milky Way dengan mata telanjang. Oleh karena itu, bersabarlah. Oh iya, tidak boleh lupakan untuk bawa masker dan jaket tebal sebagai perlindungan badan, ya.

4. Teritori Kebun Kopi Warisan Belanda

Bila Indonesia populer sebagai negara pemroduksi kopi nomor 1, karena itu tidak boleh lupakan bertandang ke kebun kopi Arabica saat berekreasi ke kawah Ijen. Berada pada bagian timur Kabupaten Bondowoso di ketinggian 900 M dari permukaan laut. Yang mana orang luar negeri lebih mengenalinya dengan panggilan Java Coffee.

Kopi yang cukup unik, karena mempunyai cita-rasa yang unik. Kombinasi rasa asam jawa dan pedas, rasa kacang-kacangan, pahit dari biji kopi Arabica ini tidak berasa pekat. Malah makin berasa nikmat saat kamu menghirup aroma unik dengan berbau bunga rimba.

Maka tidaklah aneh bila kopi digemari beberapa orang, karena bukan hanya rasa uniknya yang menggoyang lidah beberapa pencinta kopi, tapi juga struktur halus dan manis dalam penyuguhannya.

5. Mempunyai Kaldera yang Cukup Luas

Foto by dhika-dgillizz.blogspot.com Kaldera ialah feature vulkanik yang tercipta dari jatuhnya tanah sesudah letusan vulkanik. Ijen sebagai gunung di Jawa Timur yang mempunyai kaldera paling luas di Jawa dengan kedalaman 200 mtr..

Antiknya, kepulan asap yang ada di kaldera kawah ijen ini jadi pertanda jika lava atau belerang panas masih aktif. Maknanya, pelancong harus waspada, ya.

6. Daya tarik Sunrise Kawah Ijen

Daya tarik sunrise memang jadi pemburuan beberapa pendaki. Walau medan pendakian cukup melawan, dengan jalanan yang naik dan turun, bahkan agak miring, rasanya tidak jadi permasalahan besar.

Karena perjuangan mereka akan lunas terbayar, saat panorama matahari keluar dari balik awan, sekalian bentangan kawah warna hijau tosca yang mempesona dapat mereka cicipi dengan mata telanjang.

Tetapi kamu harus tahu, janganlah sampai pemburuan berbuntut pada nahas. Ingat medan pendakian yang tidak gampang, kamu harus menggunakan masker berpenyaring udara sebagai perlindungan saat ada di kawah ijen.

7. Penambang Belerang Tradisionil

Foto by KRC Post Production Dibalik keelokan blue fire dan danau asam warna tosca paling besar di dunia, rupanya warga disekitaran Gunung Ijen jadi penambang belerang. Sebuah tugas yang cukup ekstrim ditelateni oleh warga di situ.

Meskipun begitu, mereka masih tetap terlihat semangat memanggul lurusan belerang yang diambil dari tambang dekat kawah sejumlah 80 kg sehari-harinya.

Dan siapa kira, kegiatan beberapa penambang yang pilih langkah tradisionil tanpa menggunakan mesin sebagai pengangkut belerang, rupanya membuat beberapa pelancong berdecak takjub. Dan pada akhirannya, panorama karyawan keras itu didokumentasikan oleh beberapa pelancong lewat spot photo yang unik.

Bagaimana? Masih ingin tahu dengan megahnya kawah ijen yang simpan banyak keelokan peristiwa alam mengaggumkan? Di hari biasa, Kawah Ijen selalu penuh oleh pengunjung, baik lokal atau luar negeri. Oleh karenanya, tetapkan tanggal lawatan, persiapkan bujet seperlunya, dan siap beres-beres, ya!

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !