7 Tempat Rekreasi Favorite di Samarinda yang Harus Didatangi

7 Tempat Rekreasi Favorite di Samarinda yang Harus Didatangi

kota Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur ini memiliki letak geografis yang vital hingga jadi kota perniagaan dari dahulu saat. Dibelah oleh Mahakam, sungai paling panjang di Kalimantan Timur, jadi tidak salah bila Samarinda dipanggil kota pinggiran, karena kota ini jadi akses transportasi untuk kapal pengangkut batubara. Jadi tidak bingung jika saat bertandang di pinggiran sungai, kapal pengangkut batubara atau ponton yang lewat di tengah-tengah sungai jadi panorama yang memikat untuk pelancong.

Warga kota Samarinda sebagai warga majemuk dari beragam suku bangsa dan hidup damai dengan suku Dayak dan Kutai sebagai warga asli Kalimantan Timur. Keanekaragaman ini membuat kekayaaan budaya, dimulai dari kesenian, adat, makanan sampai tujuan rekreasi.

Kamu dapat mendapati beragam jenis tempat rekreasi sebagai unggulan kota ini. Misalkan Pinggiran Mahakam sebagai titik kumpul warga kota Samarinda untuk melepaskan capek dan berwisata dengan keluarga.

Berada di muka teritori kantor gubernur Kalimantan Timur, Pinggiran Mahakam yang dibuat semenjak awalnya tahun 90an ini tak pernah sepi didatangi warga. Sebuah patung pesut komplet sama air mancur berdiri di tengah-tengah teritori itu.

Sekarang pemerintahan kota percantik teritori Pinggiran Mahakam dengan menambah spot photo, bermacam lampu lampion dengan watak hewan epidemik Kalimantan Timur dan jejeran pedagang kaki lima yang sudah dikasih ruangan khusus untuk jualan.

Selainnya Pinggiran Mahakam yang terkenal semenjak jaman bahari, tempat rekreasi apa sebagai unggulan warga kota Samarinda? Yok, cari info melalui pembahasan berikut, supaya kamu tidak kebingungan harus ke mana saat bertandang ke Samarinda.

1. Kapal gsitesapa20jan Pesut Mahkota

Kembali lagi sungai Mahakam jadi tujuan rekreasi yang tetap dieksploitasi oleh pemerintahan kota dan perseorangan. Dengan ide telusuri sungai paling panjang ke-2 di Indonesia ini, Kapal Pesut Mahkota yang awalannya sebagai kapal penumpang sebagai alternative transportasi air disihir jadi kapal rekreasi yang mengantarkan pelancong menelusuri sungai Mahakam semenjak sore sampai malam hari.

Kapal rekreasi ini dibikin dengan arah supaya kapal kayu yang tidak lagi jadi alat transportasi warga tetap dilestarikan dan dipakai. Pemilik kapal tidak mau kapal kayu jadi legenda seperti hewan pesut yang mulai sangat jarang kehadirannya.

Kamu akan melihat keelokan kota Samarinda yang berada di pinggiran sungai, kehidupan sungai yang dikuasai oleh kapal ponton pengangkut batubara, speed boat dan ketinting atau long boat (perahu kecil dengan mesin) sebagai alat transportasi mengantarkan warga dari Samarinda Seberang ke Samarinda Kota atau kebalikannya.

Kapal ini pergi jam 5 sore, telusuri sungai sepanjang 3 jam dengan jalur berawal di Pelabuhan Mahakam Ilir, Pinggiran Mahakam, Samarinda Seberang, Jembatan Mahakam Kembar, Jembatan Mahakam, Big Mall, pinggiran Islamic Center Samarinda, Mushola Raya Darussalam, Jembatan Mahkota II dan balik lagi di titik awalnya.

2. Mushola Shiratal Mustaqiem

Dibuat tahun 1881, persisnya pada 27 Rajab, 1311 Hijriyah membuat rumah beribadah ini terhitung sebagai mushola paling tua dan cagar budaya di Kalimantan Timur. Mushola Shiratal Mustaqiem mempunyai halaman luas yang dikitari pagar kayu. Mushola ini dikuasai cat warna hijau dan warna kuning, menghias semua bangunan tua yang monumental.

Mushola Shiratal Mustaqiem mempunyai style atap limas dan bujur sangkar bersusun tiga. Saat kamu memilih untuk bertandang ke tujuan rekreasi religius ini, kamu bisa menyaksikan kekhasan arsitektur mushola ini. Di mana bangunan mushola dibuat dari kayu ulin, dan di bagian kerangka bangunan tidak memakai paku dan besi, tetapi memakai pasak.

Kamu dapat menyaksikan Kitab Al Quran paling tua dan memiliki ukuran raksasa yang diletakkan dalam kotak kaca. Al Quran ini dicatat tangan dan diprediksi sudah berumur lebih dari 400 tahun.

3. Pusara Daeng Mangkona

Tujuan rekreasi yang ini seperti umumnya tempat rekreasi berbentuk peristirahatan paling akhir figur terpenting. La Mohang Daeng Mangkona atau yang populer bernama Daeng Mangkona ialah orang disebut sebagai pendiri kota Samarinda yang awalannya ada di daerah Samarinda Seberang sekarang ini.

Pada 21 Januari 1668 (jadi hari kejadian kota Samarinda), Daeng Mangkona dan kelompok masyarakat Wajo bertambat di tanah Kutai, selanjutnya dikasih tempat untuk menetap dan jaga keamanan daerah kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pusara Daeng Mangkona terhitung dalam cagar budaya. Tempat ini dipugar dan difasilitaskan secara baik oleh pemerintahan kota Samarinda. Ada beberapa pusara tua di kompleks itu. Diperhitungkan jika makan itu ialah kelompok orang Wajo yang turut bersama Daeng Mangkona.

Penjaga sekalian juru kunci pusara menjelaskan jika, tempat beristirahat paling akhir figur terpenting di Samarinda itu terkadang disalahpergunakan oleh pelaku tertentu yang ingin memperoleh keberhasilan dengan berdoa di sana. Walau sebenarnya pusara itu dibikin supaya warga ketahui riwayat berdirinya kota Samarinda dan background Daeng Mangkona. Apa kamu berminat untuk bertandang ke pusara beliau?

4. Dusun Budaya Pajang

Salah satunya suku sebagai keunikan Kalimantan ialah suku Dayak. Jadi tidak komplet rasa-rasa-rasanya apabila tidak bertandang ke Dusun Budaya Pamoang untuk mengenali lebih dekat kehidupan dan kebudayaan warga Dayak, terutamanya Dayak Kenyah yang menetap di dusun itu.

Tiap hari minggu, ada pagelaran seni tradisionil suku Dayak Kenyah di lamin besar di tengah-tengah dusun. Kamu dapat menyaksikan tarian enggang dan tari perang yang cantik, nikmati alunan musik sampek yang menentramkan jiwa dan bercakap-cakap dengan tambik (nenek tua) bertelinga panjang.

Di pekarangan lamin, beragam souvenir ciri khas Dayak dipasarkan dengan harga terjangkau, dimulai dari bermacam gelang, kalung, tas rotan (lanjong), sampai hiasan kepala atau pakaian tradisi berhias manik dan taring hewan.

5. Rumah Ulin Arya

Tujuan rekreasi yang pas wisata dengan keluarga diakhir minggu ialah berkunjung Rumah Ulin Arya. Tempat rekreasi ini mengangkat ide beragam sarana selingan pada sebuah teritori. Ada kebun binatang mini, kolam renang, sarana outbond, taman labirin, tempat makan, dan tempat untuk bermain khusus anak. Rumah Ulin Arya kerap kali dipakai untuk pengambilan foto prewedding karena spot sarananya yang instagramable.

6. Taman Borneo Samarinda

Sebelumnya teritori rimba lindung ini disebutkan Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), dipakai sebagai tempat riset, tujuan rekreasi, dan kebun binatang. Semenjak 2018, teritori ini mulai dipugar di bagian depan dan jadi titik kumpul warga diakhir minggu. Ada sarana bermain, penangkaran buaya dan hewan-hewan dalam rimba, dan rumah lamin yang dikontrakkan untuk tempat tatap muka atau gathering.

7. Rekreasi Kulineran Lambung Mangkurat

Sama seperti yang disebut awalnya jika warga kota Samarinda terbagi dalam beragam suku bangsa. Satu diantaranya ialah suku Banjar yabg populer dengan kulineran nasi kuningnya. Karena sangat populernya nasi kuning yang dipasarkan oleh acil-acil (panggilan tante) di sejauh jalan Lambung Mangkurat, hingga pemerintahan kota memutuskan teritori itu sebagai tujuan rekreasi kulineran nasi kuning terbaik di Samarinda.

Apa yang membandingkan nasi kuning banjar ciri khas Samarinda dengan nasi kuning wilayah yang lain? Nasi kuning dihidangkan dengan lauk ikan harwan dan intalu (telur) yang diolah dengan bumbu merah. Disamping itu, ada juga serundeng kelapa, sambal goreng tempe, mi kuning goreng, dan sambel sebagai pendamping.

Kamu dapat bertandang kapan pun, karena warung nasi kuning membuka silih ganti dari pagi sampai larut malam. Selainnya jual nasi kuning, masakan unggulan yang lain ialah lontong sayur, lemang dan buras.

Sesudah membaca pembahasan di atas, apa kamu berminat untuk bertandang ke Samarinda? Masih banyak tujuan rekreasi yang lain dapat kamu datangi.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !