10+ Daftar Perusahaan E-commerce Paling besar Di Dunia Sekarang ini

10+ Daftar Perusahaan E-commerce Paling besar Di Dunia Sekarang ini

Menurut pengertian terluasnya, e-commerce ialah transaksi bisnis barang dan jasa yang sudah dilakukan lewat internet. Lebih persisnya, mengarah pada transaksi bisnis sebuah poin atau layanan online dengan sistem pembayaran electronic, seperti kartu credit, debet atau service dompet digital. Dan poin yang ditransaksikan bisa berbentuk fisik (barang, dll), digital (unduhan mp3, dll), atau service dan jasa (abonemen streaming, dan lain-lain).

Secara umum, perusahaan e-commerce cuman sediakan tempat untuk beberapa penjual untuk tawarkan produk lewat cara online. Dengan ide marketplace, perusahaan e-commerce cuman jadi mediator transaksi bisnis di antara pemilik online shop dan konsumen.

Sekarang ini, perusahaan tehnologi berbasiskan e-commerce terbagi dalam beberapa kelompok, salah satunya:

Business-to-Business (B2B): Tipe e-commerce B2B ialah marketplace yang mana penjual dan konsumen sebagai orang atau faksi yang sama-sama mempunyai kebutuhan usaha, atau juga bisa disebutkan usaha antara perusahaan.

Business-to-Consumer (B2C): Tipe e-commerce B2C ini menyambungkan di antara produsen ke customer pribadi atau customer umum.

Consumer-to-Consumer (C2C): Tipe e-commerce C2C ini menyambungkan di antara customer dengan customer, yakni perseorangan yang jual barang atau jasanya lewat website pasar place atau situs jual-beli.

Consumer-to-Business (C2B): Tipe e-commerce ini menyambungkan di antara penjual perseorangan ke konsumen yang mempunyai kebutuhan usaha.

Lalu perusahaan e-commerce yang mana paling besar?

Ada cara-cara berlainan yang bisa dilaksanakan untuk menghitung berapa besar usaha e-commerce yang ada. Misalkan, seberapa banyak konsumen setia dan penjual yang dipunyainya? Seberapa banyak penghasilan yang mereka menghasilkan? Berapakah nilai perusahaan tersebut? Dan seberapa banyak barang yang sukses ditransaksikan.

Tetapi daftar di bawah ini mengarah pada penilaian dari keseluruhan transaksi bisnis, core usaha dari perusahaan, valuasi perusahaan, kemampuan keuangan, dan kemampuan merk atau merek. Nach berikut lis perusahaan e-commerce paling besar di dunia.

6. Rakuten, Inc

Rakuten ialah perusahaan internet yang terpusat di Tokyo, Jepang. Perusahaan yang dibangun di tahun 1997 ini sudah bekerja di beberapa negara, terhitung di AS, Prancis, Brasil, dan Inggris.

Disamping itu, Rakuten mengembangkan sayap usahanya dengan melakukan investasi di luar retail dan logistik. Perusahaan ini berperan serta meningkatkan jaringan nirkabel untuk tingkatkan keuntunganabilitas usahanya. Rakuten mempunyai unit usaha yang mereka kontrol, salah satunya, usaha biro perjalanan, perbankan, perusahaan asuransi, media, service perjodohan, mekanisme booking golf, dan sekitaran 60 usaha yang lain.

Rakuten sebagai investor khusus dari Lyft dan Pinterest, dan mempunyai 100% saham media sosial Viber. Maksudnya untuk membuat ekosistem service yang bisa sediakan semua yang diperlukan konsumen setia.

5. eBay

Awalannya eBay dibangun sebagai rumah lelang lewat cara online pada tahun 1990-an supaya orang bisa jual barang koleksi atau barang sisa pada harga yang telah ditetapkan keduanya. Sekarang ini, 80% barang yang dipasarkan di basis ialah barang baru, dan 89% barang yang dipasarkan di eBay sekarang ini mempunyai harga masih tetap (tidak dilelang).

eBay ambil banyak kebijakan untuk membikin platformnya berkembang dan memberi servis terbaik untuk customer. Misalkan tawarkan pengangkutan tiga hari yang ditanggung gratis. memungkinkannya customer untuk mendapati harga terbaik lebih gampang, tawarkan diskon 110% ke konsumen setia bila mendapati ketidaksamaan di antara poin yang mereka beli ke eBay dan dari situs lain.

Peraturan itu berbuah hasil. Perkembangan transaksi bisnis mulai bertambah pada 2018 lalu, badan 7% pada 6 bulan awal. Tetapi, perkembangan itu tetap lebih lamban dari perkembangan keseluruhnya industri e-commerce.

4. JD.com

JD.com adalah online shop berbasiskan B2C online paling besar di China secara jumlah transaksi bisnis. Perusahaan ini sudah membuat jaringan logistik yang tidak tertandingi dengan lebih dari 500 gudang dan 7.000 stasiun pengangkutan.

Tidak seperti umumnya e-commerce B2C yang lain, JD.com menjalankan semua operasional logistiknya sendiri, mereka lakukan pemasaran langsung dikirim dari gudang sendiri (direct sales), tidak lewat faksi ke-3 . Ini memungkinkannya JD.com mengirimi pesanan ke konsumen setia lebih cepat.

Di tahun 2016, JD mengeluarkan JD Plus, yang mana anggota JD Plus dapat nikmati pengangkutan gratis sampai 60 kali /tahun, memperoleh e-book gratis, potongan harga khusus, dan service premium iQiyi. iQiyi ialah basis video online paling besar di China. JD mengeklaim lebih dari 10 juta pemakai JD Plus.

Jaringan logistik JD yang kuat dan mempunyai partner retail lokal dan internasional yang tetap semakin bertambah (170.000 dan semakin bertambah) menolong perkembangan jumlah transaksi bisnis secara cepat. Jumlah transaksi bisnis bertambah 30% pada kwartal ke-2 2018 lalu, Bila terus tumbuh semacam ini, JD di-claim menjadi pemain e-commerce paling besar di dunia.

3. Walmart

Walmart ialah perusahaan Amerika Serikat yang menjalankan jaringan department toko, tetapi pada tahun-tahun ini, Walmart benar-benar rajin melakukan investasi dalam usaha e-commerce.

Misalkan saja mengakuisisi Jet.com di tahun 2016 bersama dengan rangkaian pemerolehan perusahaan e-commerce kecil yang berbasiskan di A.S. Ini peluang dilaksanakan untuk mendiversifikasikan usahanya dari yang cuman off-line jadi online.

Sebagai hasilnya, Walmart sudah mencatat perkembangan pemasaran online yang kuat sepanjang tahun-tahun ini. Walmart hasilkan $ 11,5 miliar dalam pemasaran di AS di tahun 2017 lalu, dan diprediksi akan capai perkembangan pemasaran online sekitaran 40% di tahun selanjutnya.

Investasi e-commerce terkini Walmart ialah pemerolehan 77% saham di Flipkart, salah satunya perusahaan e-commerce terpenting di India. Cara Walmart ini sebagai tanda-tanda untuk melawan Amazon di pasar India. Negara dengan penduduk nomor 2 paling besar di bumi ini berpotensi perkembangan berbelanja online yang besar sekali.

Pemerolehan Flipkart akan memberi perkembangan yang berarti di salah satunya pasar e-commerce dengan perkembangan paling cepat di dunia yakni India. Walau demikian, Walmart masih tetap tetap konsentrasi dengan usaha department store-nya yang sudah bekerja di 26 negara di dunia.

2. Alibaba Grup Holding jual pulsa

Alibaba pertama kalinya mengawali usahanya lewat cara online di tahun 1999, dengan mengeluarkan Alibaba.com dan 1688.com. Situs unggulannya Alibaba.com ialah e-commerce berbasiskan B2B yang bekerja sebagai pasar grosir dengan capaian global, sementara 1688.com tangani transaksi bisnis sama tetapi konsentrasinya cuman di Tiongkok.

Disamping itu, usaha pokok Alibaba Grup terbagi dalam:

Taobao: Sebagai situs e-commerce berbasiskan consumer-to-consumer (C2C) yang bekerja di dataran China. Website ini dibangun di tahun 2003, saat ini Taobao di-claim sebagai e-commerce paling besar di dunia.

Tmall: Sebagai e-commerce berbasiskan business-to-consumer (B2C) yang bekerja di Cina. Tmall ialah website e-commerce paling besar ke-2 di dunia sesudah Taobao.

AliExpress: Diperuntukkan untuk konsumen internasional, memungkinkannya usaha kecil di Cina untuk jual ke konsumen setia di penjuru dunia, terutamanya AS, Rusia, Brasil, dan Spanyol.

Alipay: Basis pembayaran digital yang dibangun di Hangzhou, China pada Februari 2004 oleh Alibaba Grup.

Disamping itu, Alibaba sudah mengakuisisi Lazada yang disebut raja e-commerce di Asia Tenggara. Perusahaan garapan Jack Ma ini sebagai pemegang saham minoritas Tokopedia, e-commerce unicorn asal dari Indonesia.

Dengan unit usaha yang sudah mencapai semua customer, karena itu Alibaba Grup selama ini sebagai perusahaan e-commerce paling besar di dunia secara transaksi bisnis.

1. Amazon

Amazon ialah online retailer paling besar di Amerika Serikat. Amazon awalannya dibangun sebagai toko yang jual buku lewat cara online, tetapi secara cepat berkembang ke semua produk yang lain, terhitung electronic, mode, dan beberapa barang rumah tangga.

Kemungkinan andilnya yang paling inovatif dan sukses dari Amazon ialah Amazon Prime. Amazon Prime ialah service abonemen yang tawarkan konsumen dengan pengangkutan dua hari tanpa batasan dari Amazon.

Perusahaan ini terus menambahkan feature baru seperti streaming video, musik, akses terbatas ke poin tertentu, memudahkan transaksi bisnis, memberi e-book gratis, tawarkan penyimpanan cloud tanpa batasan untuk photo, dan sebagainya. Hasilnya, Amazon sukses jual 100 juta produk cuman dalam waktu 36 jam di Prime Day tahun 2018 kemarin.

Amazon sekarang mempunyai banyak core usaha di bawah lindungannya. Beberapa yang terkenal ialah Twitch, Goodreads, Alexa, dan Amazon Situs Serviss.

Dalam laporan Interbrand 2018 lalu, Amazon dikukuhkan sebagai perusahaan paling berharga nomor 3 di dunia, dan nomor 1 di perusahaan e-commerce, dengan valuasi perusahaan sebesar 93 miliar dolar AS atau sama dengan Rp 1.410 triliun.

Hal ini melantik pendiri sekalian CEO Amazon, Jeff Bezos, jadi orang paling kaya di dunia menurut Forbes dengan kekayaan sebesar USD 112 miliar atau sama dengan Rp 1.568 triliun (kurs Rp14 ribu)

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !