7 Pertanda Kekerasan Emosional dalam Jalinan Kekasihan

7 Pertanda Kekerasan Emosional dalam Jalinan Kekasihan

Jalani sebuah jalinan ada selalu naik dan turun, di mana ini benar-benar lumrah terjadi. Tetapi bagaimana jika keadaan berkurangnya hubungan cinta dalam jalinan dipacu oleh kekeliruan yang tersengaja? Misalkan saja seperti kekerasan emosional.

Perlu kamu ketahui, jika ada banyak pertanda kekerasan emosional dalam jalinan kekasihan yang sering tidak kamu ketahui. Ingat-ingatlah jika kekerasan tidak terus-terusan masalah fisik, tetapi juga mental seorang yang kerap didesak.

Kekerasan verbal dan emosional adalah contoh dari kekerasan mental yang sering terjadi dalam jalinan kekasihan.

Ada beberapa pemicu kenapa ini umum terjadi. Dapat sehingga kamu demikian cinta kepadanya atau justru kamu yang telah terlatih mendapatkan kekerasan semacam itu, tetapi tidak lalu mengetahui ada yang keliru.

Bagaimana juga, tidak ada yang bernama justifikasi atas kekerasan baik itu dalam kekasihan atau pernikahan. Terhitung kekerasan emosional, di mana janganlah sampai beberapa hal ini sampai keluar mulut kekasihmu.

Bila sampai terjadi, bukan mustahil ini jadi tanda jika ia lakukan kekerasan emosional kepadamu dan tidak pantas dipertahankan.

Masih bimbang apa kalimat atau perkataan yang kiranya masuk ke pertanda kekerasan verbal dalam kekasihan? Agar semakin terang bagaimana hubunganmu, baca pertanda berikut ini.

1. Menganggapmu tidak dapat lakukan apa saja, apa lagi tanpa dia

Masa sich kamu dapat melakukan?

Apa ini adalah perkataan yang kerap kamu dengar? Cowok yang kerap bergurau denganmu dan berkesan merendahkan seperti memakai kalimat di atas, sebetulnya perlu kamu cermati.

Kalimat itu menjadi tanda-tanda salah satunya kekerasan non fisik yang sudah dilakukan kekasihmu. Apa lagi bila ia sering melakukan dalam sebuah jalinan, hingga makin lama kamu kira itu sebagai sebuah gurauan semata-mata.

Bila didiamkan lama-lama, pengucapan itu dapat makin terlalu berlebih dan membuat hatimu makin cedera loh.

Bila kamu sudah rasakan hal itu, tidak boleh biarkan kembali merendahkanmu. Karena makin lama ia akan makin sewenang-wenang sama kamu dan pada akhirnya sakiti diri kamu sendiri.

2. Pasangan tidak sempat ada untukmu tanpa argumen terang

Kerap lama-lama menanti berita dari ia tetapi masih tetap tidak juga ada hasil?

Ia jarang-jarang memberi berita kepadamu, walau waktu itu tidak sedang repot. Salah satu argumen ia tidak menghubungimu ialah karena perasaan malas dan jemu. Keadaan ini sebaiknya kamu lihat.

Karena pasangan yang tidak sempat ada untukmu menjadi pertanda kekerasan emosional dalam jalinan. Terlebih bila sebelumnya, pasangan biasa memperlihatkan sikap yang manis dan romantis.

Beberapa cowok umumnya akan memperlihatkan rasa cinta terlalu berlebih saat melafalkanrmu. Tapi saat kamu telah yakin jika ia menyenangimu, dapat sehingga ia akan beralih.

Pemicunya ialah karena kamu telah masuk ke bermainnya . Maka tidak boleh bingung jika ia pada akhirnya mulai memperlihatkan sikap manipulatif dan sikap yang kasar secara emosional. Tidak boleh yakin jika ia berkelit hal itu dilakukan atas dasar rasa sayang.

3. Terlampau posesif dan membuat hidupmu sarat dengan beberapa batasan tidak logis

Punyai kekasih yang tidak mengijinkanmu buat jalanan, hangout, atau sekadar chat dengan teman dekat?

Jadi benar-benar lumrah, jika semenjak kamu kekasihan dengannya bakal ada peralihan dalam beberapa hal. Misalnya berkaitan waktumu jalanan bersama rekan-rekan, belajar, atau sekadar acara kantor.

Kamu bisa jadi merajut jalinan yang baru dengan pasangan, asal tidak mengusik kehidupanmu di masa datang.

Mungkin cowokmu makin lama membuat kamu berasa jika hidupmu tidak sebebas umumnya dan waktumu semakin banyak dengannya.

Kemungkinan banyak hal itu bisa dimaafkan dan lumrah dirasakan oleh pasangan baru. Tetapi bila sampai larangan-larangan itu mulai mengusikmu, kamu perlu menimbang kembali hubunganmu.

Mungkin ini menjadi satu diantara pertanda kekerasan emosional dalam jalinan yang telah ia kerjakan kepadamu.

4. Molorangmu lakukan beberapa hal remeh karena terlampau posesifnya kepadamu

Kerap ditanyakan barusan itu siapa? Mengapa liatin beberapa fotonya? atau Ngapain taruh contact telephone seseorang?

Eitss kamu punyai kehidupan loh. Salah sekali jika sampai pasanganmu lakukan mawas diri semacam itu karena hanya wujud dari kecemburuannya.

Tidak boleh yakin bila sayang memiliki arti seorang harus memperlihatkan rasa cemburu terlalu berlebih. Bila kamu sampai rasakan hal ini, dapat ditegaskan jika hubunganmu sama dia tidak sedang baik saja.

Mungkin kamu tengah hadapi kekerasan emosional karena terlampau dikekang atau dilarang-larang.

Ingat-ingatlah jika dalam sebuah jalinan yang sehat dibutuhkan rasa sama-sama yakin. Ini bisa menjadi dasar dari langgengnya sebuah jalinan. Bila dasarnya saja tidak baik, dapat diambil kesimpulan bukan bagaimana pada akhirnya?

5. Jadi orang pertama kali yang selalu dituding atas segalanya yang tidak dicintainya

Kerap dituding atas semua permasalahan dan kekeliruan yang terjadi dalam jalinan?

Kekerasan emosional memang jarang-jarang kamu ketahui, bahkan juga untuk hal yang ini. Kamu sebetulnya dapat merasainya, tetapi kamu diam dan tidak menghiraukannya karena rasa sayangmu pada pasangan.

Pada akhirnya, perihal ini pula yang membuat kamu meremehkan hal tersebut. Misalkan saja saat ada dalam sebuah jalinan dan kamu terus-terusan jadi salah satu orang yang dituding. Kadang ini tidak dikatakan melalui perkataan langsung.

Tetapi bisa saja, ia menunjukkan melalui tatapan mata atau sikapnya sesudah ada persoalan atau kekeliruan.

Rasa ketekan tersebut yang semestinya selekasnya kamu ketahui, dan tidak boleh karena sayang kamu mengabaikannya. Tidak boleh ingin dech jadi object kekerasan dalam jalinan kekasihan!

6. Selalu berasa rendah diri dan tidak optimis karena selalu dinilai atau dihakimi

Kekasihmu kerap mengutarakan kalimat yang selalu mengomentari dan mengadilimu tanpa argumen?

Sikap mengomentari sebetulnya tidak salah, asal dilaksanakan pada keadaan dan argumen yang akurat.

Tapi bila kalimat itu dikatakan walau kamu tidak lakukan kekeliruan, bisa saja pasanganmu lah yang memiliki masalah.

Bila didiamkan bersambung, bukan mustahil kamu akan makin berasa kurang percaya diri dan tidak optimis saat lakukan apa saja.

Apabila sudah alami hal ini, benar-benar dianjurkan untukmu tidak untuk meneruskan jalinan yang kurang sehat itu.

Ingat-ingatlah jika di matanya apa yang kamu kerjakan itu tidak ada yang benar dan akan sia-sia bila kamu bela diri.

7. Memperlihatkan sikap atau kalimat yang tidak patut dengan beragam argumen

Pertanda kekerasan emosional ini jelas sudah, apa lagi bila pasangan mulai memberikan ancaman akan lakukan semua bila kamu berulah. Terhitung semua poin utama dalam hidupmu, karier, pengajaran, sampai keuanganmu.

Wujud ancamannya juga dapat berbagai macam, entahlah itu teror untuk wafatkanmu, memaparkan rahasia yang kamu punyai, memberikan ancaman untuk sakiti dirinya, dan lain-lain.

Otomatis, alami keadaan ini akan membuat kamu makin ketekan dan tidak dapat berpikir tenang.

Menjaga ia yang mulai memperlihatkan pertanda kekerasan emosional dalam jalinan bukan opsi tepat.

Hidupmu harus jadi berlanjut dan kamu juga memiliki hak berbahagia . Maka telah memahami kan apa yang perlu kamu kerjakan? Pokoknya, dalam merajut sebuah jalinan harus didasari rasa sama-sama yakin, sama-sama memberikan dukungan, dan hal positif yang lain.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !