Kenalilah 6 Hal Mengenai Pasangan yang Tidak Bisa Kamu Umbar Pada Siapa saja, Apa lagi Mengobralnya di Medsos

Kenalilah 6 Hal Mengenai Pasangan yang Tidak Bisa Kamu Umbar Pada Siapa saja, Apa lagi Mengobralnya di Medsos

Pernah dengar jika dalam sebuah jalinan itu selainnya sama-sama isi harus juga sama-sama jaga dan membuat perlindungan. Jaga pasangan dari beberapa hal yang dapat melukainya seharusnya jadi tanggung-jawab masing-masing.

Beberapa hal yang sakiti pasangan tidak terus-terusan tersangkut fisik, terkadang jaga hati pasangan hal yang cukup berat. Tetapi bila kita sanggup jaga pasangan, apa lagi hatinya karena itu jalinan akan tahan lama.

Disamping itu, hal yang lain perlu kita menjaga dalam jalinan yang tersangkut pasangan ialah privacy yang kemungkinan cuma dipisah ke kita. Saat pasangan membagikan narasi ke kita, itu atinya ia memercayai kita, jadi tidak seharusnya kita mengobral beberapa hal yang tersangkut privacy pasangan ke seseorang, walau ke teman dekat sendiri.

Beberapa hal yang terjadi dalam jalinan pun tidak seharusnya kita katakan ke seseorang. Karena yang memahami mengenai jalinan kita ialah kita dan pasangan yang jalaninya.

Terkadang, orang yang kita katakan permasalahan atau rahasia tidak betul-betul sanggup memberikan jalan keluar, cuma ingin kepo dan jadi bahan percakapan sama orang lain. Nach, kamu tidak ingin kan rahasia dalam hubunganmu dijumpai oleh beberapa orang dan jadi perkataan.

Karena itu pekerjaanmulah untuk jaga apapun yang terjadi di antara kamu dan pasangan. Berikut 7 hal yang jangan kamu umbar mengenai pasangan atau hubunganmu.

1. Bercerita kekurangan sakit kepala pasangan ke seseorang

Sebenarnya kita telah pahami bila tiap manusia mempunyai kekurangan. Begitu halnya pasanganmu. Beberapa kekurangan yang ada di diri pasanganmu seharusnya diterima. Tidakkah sebuah jalinan yang bagus harus sanggup terima dan menolong membenahi kelemahan dari pasangan?

Nach demikian juga dalam hubunganmu dengan pasangan. Kekurangan yang pasangan kamu punyai seharusnya cuma dijumpai oleh diri kamu sendiri, tak perlu kamu katakan pada orang lain.

Kamu dapat kok mengulas hal yang lain lebih memiliki makna dengan teman dekatmu dibanding mengulas kekurangan pasangan. Ingat, kamu pun tidak sukai kan bila pasanganmu bercerita kekuranganmu ke seseorang.

Karena itu seharusnya kamu dan pasangan dapat sama-sama membuat perlindungan, satu diantaranya dengan tidak asal-asalan bercerita kekurangan masing-masing ke seseorang. Kembali juga, bila bercerita kekurangan pasangan, kamu yang hendak berasa malu, karenanya pasanganmu!

2. Mengobral keuangan pasangan

Masalah keuangan ialah masalah yang cukup peka. Apa lagi bila isi dompet tidak sedang berteman. Ada rasa malu untuk mengulas mengenai keuangan ke seseorang. Tetapi, bila keuangan cukup mapan, ada kebanggaan tertentu.

Tidak kecuali dengan pasangan yang telah mapan secara finasial, terkadang berasa untung sebab bisa saja keciprat rezekinya. Tetapi bila yang terjadi kebalikannya, ada keengganan untuk mengutarakan, atau bahkan juga kamu type yang menyukai mengobral keuangan pasangan tanpa berpikiran kerugiannya lebih dulu?

Misalkan kamu bercerita mengenai utang pasangan, usaha pasangan, atau bahkan juga pasangan yang kerap pinjam uang padamu.

Walau sebenarnya, masalah-urusan semacam itu tidak semestinya kamu katakan ke seseorang. entahlah pasangannya seseorang yang kaya raya, seharusnya kamu meredam untuk terlampau mengobral kodisi keuangan pasanganmu.

Cukup kamu dan pasangan saja yang mengulas hal itu berdua. Bila ada permasalahan keuangan juga, jauhi bercerita ke orang yang tidak ada hubungan, lebih bagus memercayakan seorang profesional dibanding sekadar sharing tanpa memberi imbas apapun.

3. Bercerita noda masa lampau pasangan

Siapa sich yang menyukai bila nodanya ditebar dan jadi perkataan. Apa lagi bila yang lakukan ialah pasangan sendiri. Tentu menjengkelkan dan bisa memacu pertikaian dalam jalinan.

Umumnya bila mulai mengungkit masa lampau pasangan, ada sesuatu hal yang tidak kamu gemari pada pasanganmu atau kalian barusan bentrok hingga membuat emosimu membara yang membuat kamu demikian semangat bercerita noda masa lampau pasanganmu.

Saat kamu sedang jalani sebuah jalinan, jauhi untuk mengungkit masa lampau pasangan, karena masa lampau dimana saja ialah hal yang telah ketinggalan ada di belakang . Maka benar-benar tidak ada untungnya untuk jalinan saat ini.

Apa lagi bila pasangan telah memperlihatkan peralihan sekarang ini, karena itu tidak boleh menyulitkan pasanganmu untuk selalu mengungkit noda periode lalunya apa lagi sampai mengobral ke seseorang. Jaga hubunganmu sedapat mungkin, tidak boleh membuat malu diri cuma untuk membahagiakan egomu.

4. Kehidupan individu

Semenjak ada sosial media, kita nyaris kehilangan privacy. Batasan di antara kehidupan individu dengan kehidupan di luar nyaris tidak ada perbedaannya. Rasanya, segalanya yang terjadi, setiap saat jangan terlewatkan tanpa mengobral di sosial media.

Begitu halnya jalinan bersama pasangan. Tiap event harus dibagi di sosial media. Memperoleh banyak like dan komentar jadi kebanggaan tertentu. Tetapi, sadar tidak sich jika segalanya tidak terus-terusan harus menjadi konsumsi khalayak.

Tiap aktivitas sebagai konsumsi khalayak tidak selama-lamanya memberikan keuntungan. Misalkan aktivitas bersama pasangan, beberapa foto kemesraan yang tidak semestinya disaksikan oleh seseorang, sampai aktivitas yang bisa memacu perlakuan kriminil.

Kurangi mempublikasikan hal individu di sosial media membuat kamu dan pasangan akan terbebas dari depresi serta lebih nikmati kehidupan yang ditempuh . Maka, kehidupan individu kalian cukup antara kalian, tanpa perlu mengobral ke khalayak.

5. Rahasia pasangan

Yang bernama rahasia, untuk maksud apa saja benar-benar tidak patut untuk dibagi ke seseorang. Apa lagi bila itu tersangkut rahasia pasanganmu sendiri. Bila pasangan membagi suatu hal dan dirasakan tidak patut jika dijumpai oleh seseorang, karena itu kamu jangan mengobralnya.

Saat pasangan bercerita sebuah rahasia atau suatu hal yang cuma kamu dan ia yang mengetahui, maknanya kamu cukup dipercaya oleh pasanganmu. Karena itu tidak boleh sesekali untuk menghianati keyakinan itu.

Sharing berkenaan jalinan dengan sahabat atau keluarga diperbolehkan kok. Tetapi kamu perlu batasi hal apa yang pantas untuk dikisahkan dan apa yang tidak . Maka, kamu perlu memisah beberapa hal untuk diobrolkan berkenaan hubunganmu.

Akan lebih bagus bila masalah jalinan didiskusikan dengan pasangan sendiri. Tak perlu mengikutsertakan seseorang bila dirasakan tak perlu.

6. Pertikaian atau permasalahan sakit kepala dalam jalinan

Tiap jalinan tentu selalu diberi bumbu dengan konflik untuk konflik. Beberapa momen cek-cok yang sering terjadi ini janganlah sampai selalu dipublikasi di sosmed atau menjadi bahan obrolah sehari-hari dengan rekan.

Saat mendapatkan permasalahan dalam jalinan, upayakan untuk mengulas dan cari jalan keluar bersama pasangan lebih dulu. Tidak boleh sedikit-sedikit mengupload status bimbang dan sharing di sosial media. Benar-benar tidak menolong, malah justru kebalikannya. Semakin banyak semakin memperkeruhkan kondisi dengan beragam hasutan yang ada.

Bila pertikaian yang kalian temui bersama pasangan susah mendapati titik jumpa, karena itu kalian bisa memakai kontribusi dari faksi ke-3 untuk bermediasi. Dibanding sharing sana-sini tidak terang, minta kontribusi profesional kemungkinan menjadi opsi tepat.

Ingat, jalinan kalian ialah punya kalian berdua, jadi mengikutsertakan orang yang lain tidak ada hubungan apa lagi sekedar untuk dengar keluhan kalian mengenai pasangan ialah opsi yang kurang tepat.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !