Kenali 7 Kekeliruan Angkatan Milenial dalam Mengurus Keuangan

Kenali 7 Kekeliruan Angkatan Milenial dalam Mengurus Keuangan

Angkatan milenial dipasangkan untuk mereka yang lahir di antara tahun 1980 sampai 2000. Sekarang ini range umurnya di antara 17 sampai 35 tahun dengan periode produktifitas dan konsentrasi kerja yang tinggi. Biasanya mereka sudah bekerja atau berpendapatan sendiri. Meskipun angkatan milenial dipandang seperti angkatan yang terbuka pada tehnologi tetapi sayang mereka sering lakukan kekeliruan dalam mengurus keuangan atau keuangan.

Karena itu seringkali jika angkatan milenial dipandang tidak mumpuni dalam mengurusi keuangan individu karena pola hidup yang tidak sesuai besar pendapatan mereka. Apa kamu terhitung angkatan yang lakukan kekeliruan dalam memproses keuangan? Baca kekeliruan yang kerap dilaksanakan angkatan milenial berikut, apa sesuai keadaan kamu sekarang ini?

1. Tidak membudgetkan.membujetkan pengeluaran

Penghasilan tidak cuma berbentuk upah untuk yang telah bekerja, juga bisa uang bulanan dari orangtua, umumnya yang menerimanya ialah mahasiswa. Biasanya, pengeluaran paling besar dipakai untuk makan, paket internet dan bayar bill. Jika sesudah terima gaji, kamu segera habiskan uang dengan belanja kepentingan individu, makan di restaurant, membayari rekan, atau bayar utang, karena itu setop untuk lakukan beberapa hal itu karena uang kamu akan habis saat sebelum tanggal delapan.

Benahi kekeliruan itu dengan membudgetkan.membujetkan jumlah dana yang perlu dikeluarkan setiap keperluan. Tidak perduli berapa besar atau kecilnya penghasilanmu, mengurus keuangan yang betul akan selamatkan keadaan dompetmu sampai bulan akhir. Tidak boleh cuma membudgetkan.membujetkan pengeluaran untuk diri kita, poskan dana untuk tabungan masa datang, sedekah, bahkan juga membahagiakan orangtua.

2. Tidak menulis arus keuangan

Apa kamu pernah berasa uang upah habis demikian cepat walau sebenarnya masih tanggal muda? Atau kamu tak ingat memakai uang itu untuk kepentingan apa sajakah? Angkatan milenial seringkali lakukan kekeliruan ini di mana mereka tidak menulis uang yang sudah digunakan.

Benahi kekeliruan itu dengan membuat catatan arus keuangan dimulai dari penghasilan sampai pengeluaran yang sudah dilakukan tiap hari, pengeluaran /minggu sampai pengeluaran teratur tiap bulan.

Kamu dapat membuat sendiri atau beli buku kas simpel. Isi kolom dengan poin pengeluaran dan penghasilan, barang yang dibeli, dan besarnya uang yang dikeluarkan. Ini akan mempermudahmu untuk ingat ke mana dan berapakah jumlahnya uang yang telah kepakai.

3. Beli barang yang tidak diperlukan

Angkatan milenial selalu ingin mengupgrade diri dan memperbaharui hidupnya terhitung untuk masalah belanja handphone. Setiap handphone versus terkini di-launching, ada kemauan untuk beli dan menukar handphone sama yang baru, walapun handphone yang dipunyai masih bagus dan berperan secara baik.

Bujukan untuk beli barang yang tidak diperlukan umum terjadi setiap menyaksikan iklan atau ulasan dari rekan yang telah mempunyai barang itu. Belum juga dengan keringanan credit hingga menambahkan jumlah bill tiap bulan.

Benahi kekeliruan itu dengan mengutamakan keperluan, bukan kemauan. Membeli barang yang betul-betul kamu perlukan, bukan lantaran tergoda iklan, pola hidup sama sesuai trend atau godaan rekan. Janganlah sampai menyesal karena barang yang telah terbeli justru tidak sesuai keperluan.

4. Belanja produk kecantikan terlalu berlebih

Ini kerap dirasakan wanita jika sedang lapar mata ingin beli produk perawatan kulit atau kosmetik. Termakan godaan iklan, pada akhirnya beli produk kecantikan yang tidak dibutuhkan. Bahkan juga ada yang beli produk perawatan yang tidak sesuai keadaan kulitnya.

Benahi kekeliruan itu dengan memeriksa produk kecantikan atau perawatan apa yang kamu punyai dan yang telah habis. Belilah produk yang telah habis dan betul-betul sesuai keperluan kulitmu. Tidak boleh tergoda dengan pembelanjaan paket kosmetik yang umum diberi, karena tidak seluruhnya poin itu akan dipakai. Membeli yang betul-betul kamu butuhkan saja.

5. Pergi tanpa gagasan masak

Angkatan milenial mempunyai rutinitas melancong atau traveling. Ada yang jadikan aktivitas ini sebagai pola hidup, ada juga yang cuma ingin style-gayaan saja. Tidak jadi masalah kamu lakukan traveling jika mendukung tugas atau mempunyai penghasilan yang besar dari aktivitas itu.

Tetapi jika tugasmu tidak mendukung traveling dan upah kamu ngepas, karena itu targetkan aktivitas traveling dengan matang supaya aktivitas itu jadi membahagiakan, bukanlah bikin pusing karena bujet kamu kurang cukup.

Benahi kekeliruan lakukan traveling tanpa gagasan yang masak. Menabunglah jika kamu ingin melancong ke luar wilayah atau luar negeri, tentukan waktu liburan atau cuti saat traveling, supaya kamu tidak tinggalkan tugas, dan persiapkan dana genting jika terjadi beberapa hal tiba-tiba saat kamu melancong.

6. Habiskan uang untuk hedonisme

Pola hidup hedonisme pada angkatan milenial bisa disaksikan dari beragam hal. Seperti rutinitas kongkow di kafe tiap hari, habiskan uang untuk beli handphone terkini, belanja baju, atau salurkan hoby terlalu berlebih.

Beberapa orang yang bertameng pada hoby, hingga habiskan uang untuk beli beberapa barang yang tidak penting, misalkan selalu beli alat pancing mode terkini, atau melakukan modifikasi vespa supaya kelihatan makin kuno. Hal itu dilaksanakan cuma untuk kepuasan individu.

Benahi kekeliruan itu dengan membudgetkan.membujetkan dana untuk lakukan aktivitas yang menurut kamu termasuk hedonisme. Bisa saja kongkow di kafe atau makan siang di restaurant terhitung hedonisme. Ukuran hedonisme seorang dapat berbeda. Tidak boleh cuma pikirkan kesenangan semata-mata. Pikir masa datang. Kerjakan beberapa hal yang berguna dengan uangmu.

7. Tidak melakukan investasi

Ada banyak angkatan milenial yang berpikir jika melakukan investasi cuma dilaksanakan oleh beberapa orang yang telah tua atau pebisnis saja. Itu ialah pertimbangan yang keliru! Investasi makin baik jika dilaksanakan sejak awal kali, karena ada beberapa investasi yang dapat dilaksanakan oleh angkatan milenial misalnya reksadana, investasi emas, investasi rumah atau tanah, sampai jual-beli saham.

Jika kamu telah terlatih membudgetkan.membujetkan pos pos keperluan karena itu tambah pos untuk melakukan investasi. Lakukan investasi tidak untuk mendapatkan keuntungan di periode saat ini tetapi untuk masa datang. Misalnya, saat kamu melakukan investasi tanah, harga yang kamu membeli saat ini terus akan semakin bertambah di masa datang. Dapat semakin dari 100% dari harga awalnya.

Jika awalnya kamu tidak berpikir untuk lakukan investasi, karena itu benahi kekeliruan itu dengan belajar melakukan investasi skala kecil dimulai dari saat ini seperti melakukan investasi emas yang dapat kamu kerjakan di Pegadaian.

Saat memilih untuk melakukan investasi, kamu harus pelajari keuntungan dan risiko yang hendak kamu temui pada produk yang diinvestasikan. Ini untuk menahan berlangsungnya rugi di masa datang. Disamping itu, jangan cuman pilih investasi bodong karena akan mengusik konsistensi keuanganmu sendiri.

Sesudah mencek 7 daftar di atas, apa kamu terhitung angkatan milenial yang lakukan kekeliruan dalam mengurus keuangan? Jika iya, karena itu benahi kekeliruan itu saat ini juga. Janganlah sampai penghasilan kamu tidak hasilkan faedah dan habis dengan percuma. Kunci penting dalam mengurus keuangan ialah pintar membandingkan beberapa hal yang jadi fokus utama dan yang bukan fokus. kamu harus bisa membandingkan mana kemauan dan keperluan, dan belajar untuk mengendalikan diri dari godaan iklan dan trend saat ini.

Komentar
Silahkan, saya ga nggigit !